Hubungan Antara Kebermaknaan Kerja dengan Keterikatan Kerja pada Guru di Kota Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1805Keywords:
Makna Kerja, Keterlibatan Kerja, GuruAbstract
Keterikatan kerja merupakan faktor penting dalam mendukung kualitas kinerja guru, terutama dalam menerapkan proses pembelajaran yang efektif. Guru dengan keterikatan kerja yang tinggi cenderung menunjukkan antusiasme, dedikasi, dan keterlibatan penuh dalam menjalankan tugas profesionalnya. Kebermaknaan kerja adalah persepsi individu tentang nilai dan makna pekerjaan yang mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk secara empiris mengetahui hubungan antara kebrmaknaan kerja dan keterikatan kerja di kalangan guru di Kota Samarinda. Penelitian ini melibatkan 110 guru ASN dan PPPK yang aktif mengajar di SMP Negeri 4 Samarinda, SMP Negeri 5 Samarinda, dan SMP Negeri 7 Samarinda. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik availability sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan dua jenis skala, yaitu skala makna kerja menggunakan Work and Meaning Inventory (WAMI) berdasarkan teori Steger et al. (2012), dan skala work engagement menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) berdasarkan teori Schaufeli & Bakker, 2004. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS 26 untuk Windows. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara makna kerja dan keterlibatan kerja pada guru dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi r = 0,457.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







