Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Burnout pada Anggota Polri di Sekolah Polisi Negara Polda Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1804Keywords:
Dukungan Sosial, Burnout, Anggota POLRIAbstract
Anggota POLRI di lingkungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Timur memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengawasan, pembinaan, dan pelatihan calon anggota polisi, sehingga berpotensi mengalami tekanan kerja yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris pengaruh dukungan sosial terhadap burnout pada anggota POLRI di Sekolah Polisi Negara Polda Kalimantan Timur. Penelitian ini melibatkan 122 anggota POLRI yang bertugas pada bidang fungsional dan struktural di SPN Polda Kalimantan Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode sampling jenuh. Data penelitian diperoleh menggunakan dua skala, yaitu skala burnout yang disusun berdasarkan teori Maslach dan Leiter (2016), serta skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan teori Sarafino dan Smith (2011). Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS 26 for Windows. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara dukungan sosial terhadap burnout pada anggota POLRI. Nilai koefisien korelasi sebesar R = 0,390 dengan arah hubungan negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima anggota POLRI, maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 15,2% terhadap burnout, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







