Analisis Faktor-Faktor Depresiasi Nilai Tukar Rupiah hingga Menembus Rp18.000 per Dolar AS pada Juni 2026

Authors

  • Mohammad Bagus Nur Rohim Program Studi Magister Manajemen, Universitas Dirgantara Suryadarma
  • Hijrah Khaqo Program Studi Magister Manajemen, Universitas Dirgantara Suryadarma
  • Dewi Puspaningtyas Faeni Program Studi Magister Manajemen, Universitas Dirgantara Suryadarma

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1699

Keywords:

Nilai Tukar, Risiko Fiskal, Debt Wall, Kebijakan Moneter, Inflasi Impor

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS hingga menembus batas psikologis Rp18.000 per Dolar AS pada Juni 2026 serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan respons kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan data sekunder runtut waktu yang mencakup nilai tukar Rupiah, JISDOR, indikator pasar keuangan, kondisi fiskal, kewajiban valuta asing korporasi, harga energi, dan perkembangan risiko eksternal selama semester pertama 2026. Analisis menggunakan perspektif model krisis nilai tukar generasi pertama dan efek neraca korporasi untuk menginterpretasikan keterkaitan antara tekanan fiskal, kebutuhan valuta asing, dan depresiasi nilai tukar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 4 Juni 2026 Rupiah mencapai level terlemah intraday sebesar Rp18.049 per Dolar AS, sedangkan penutupan pasar spot berada pada level Rp18.032 per Dolar AS dan JISDOR Bank Indonesia tercatat sebesar Rp18.039 per Dolar AS. Tekanan nilai tukar berkaitan dengan kebutuhan pengelolaan utang pemerintah yang jatuh tempo sebesar Rp833,96 triliun, belanja bunga utang sebesar Rp599,44 triliun, kebutuhan valuta asing korporasi, serta peningkatan risiko eksternal dan tekanan harga energi global. Dampak depresiasi tercermin pada tekanan terhadap pasar keuangan dan potensi peningkatan biaya barang serta bahan baku yang bergantung pada impor. Respons kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia diarahkan pada stabilisasi nilai tukar, likuiditas, dan keberlanjutan pembiayaan. Penelitian menyimpulkan bahwa depresiasi Rupiah selama periode pengamatan merupakan fenomena multidimensional yang berkaitan dengan interaksi faktor domestik dan eksternal, sehingga diperlukan penguatan pengelolaan fiskal, diversifikasi pembiayaan, dan kebijakan stabilisasi nilai tukar secara terukur.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Rohim, M. B. N., Khaqo, H., & Faeni, D. P. (2026). Analisis Faktor-Faktor Depresiasi Nilai Tukar Rupiah hingga Menembus Rp18.000 per Dolar AS pada Juni 2026. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(3), 1253–1260. https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1699

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>