Penutupan Selat Hormuz dan Krisis Pupuk Global: Kajian Kualitatif Atas Ketahanan Pangan Dunia

Authors

  • Bambang Gunawan Program Studi Manajemen, Universitas Dirgantara Suryadarma
  • Dewi Puspaningtyas Faeni Program Studi Manajemen, Universitas Dirgantara Suryadarma

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1648

Keywords:

Selat Hormuz, Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan, Geopolitik, Studi literatur

Abstract

Penutupan Selat Hormuz memicu disrupsi rantai pasok energi dan pupuk global yang berpotensi mengancam ketahanan pangan dunia. Selain sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas, Selat Hormuz juga menjadi koridor penting perdagangan urea, amonia, sulfur, dan fosfat sebagai input utama produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penutupan Selat Hormuz terhadap krisis pupuk global serta implikasinya bagi ketahanan pangan dunia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan sumber data dari artikel jurnal, laporan organisasi internasional, dan publikasi analitis yang diperoleh melalui Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, serta FAO, UN News, dan Reuters. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan di Selat Hormuz menghambat distribusi pupuk, meningkatkan biaya produksi pertanian, menurunkan efisiensi produksi, dan memperbesar risiko inflasi pangan. Temuan ini menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz bukan hanya persoalan geopolitik regional, tetapi juga ancaman sistemik terhadap ketahanan pangan global.

Downloads

Published

2026-07-28

How to Cite

Gunawan, B., & Faeni, D. P. (2026). Penutupan Selat Hormuz dan Krisis Pupuk Global: Kajian Kualitatif Atas Ketahanan Pangan Dunia. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(3), 1003–1011. https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1648

Most read articles by the same author(s)