Optimalisasi Pelumasan Otomatis untuk Mengurangi Kegagalan Roller dan Roda Gigi Mesin Printer EPSON Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA)

Authors

  • Rahayu Clara Irawan Program Studi Teknik Mesin, Universitas MPU Tantular
  • Cahyo Wibowo Program Studi Teknik Mesin, Universitas MPU Tantular

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v4i4.1801

Keywords:

Pelumasan Otomatis, Kegagalan Fungsi, Root Cause Analysis, Fishbone, 5 Whys, Mesin Printer EPSON

Abstract

Kegagalan fungsi mekanis pada roller dan roda gigi merupakan permasalahan kritis pada mesin printer EPSON tipe WF-7840 di lini produksi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan proses pelumasan otomatis menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA), diagram fishbone, dan analisis 5 Whys. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung, inspeksi visual komponen, wawancara operator dan teknisi, serta dokumentasi historis kerusakan Januari–November 2025. Hasil penelitian menunjukkan kegagalan dominan berupa kontaminasi Foreign Material (F/M) Grease on Housing Lower Scanner (120 kasus), Less Grease at Roller EJ (40 kasus), serta kontaminasi pada Scale Carriage (CR) dan Combination Gear. Analisis RCA mengidentifikasi tiga akar penyebab utama, yaitu tidak adanya SOP kalibrasi rutin mesin grease dispenser AD2200C (faktor machine), tidak tersedianya pelatihan teknis terstruktur bagi operator (faktor man), dan tidak adanya tim khusus penyusun SOP pelumasan berbasis kajian teknis (faktor method). Analisis korelasi Pearson menghasilkan r = 0,78, menunjukkan hubungan kuat antara parameter pelumasan dan kegagalan fungsi komponen. Rekomendasi meliputi kalibrasi dispenser minimal sebulan sekali, standardisasi volume grease pada roller EJ (0,5–0,7 gram), Combination Gear (0,3–0,5 gram), dan Scale CR (0,2–0,3 gram), penyempurnaan SOP, pelatihan operator, serta inspeksi pasca-pelumasan.

Downloads

Published

2026-10-13

How to Cite

Irawan, R. C., & Wibowo, C. (2026). Optimalisasi Pelumasan Otomatis untuk Mengurangi Kegagalan Roller dan Roda Gigi Mesin Printer EPSON Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA). MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(4), 1377–1389. https://doi.org/10.60126/maras.v4i4.1801