Analisis dan Kritik Arsitektur Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan: Kajian Tapak, Ruang, Bentuk, dan Pengalaman Pengguna Berdasarkan Pendekatan Teori Arsitektur
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1746Keywords:
Kritik Arsitektur, Masjid, Analisis Tapak, Citra Kota, Genius Loci, ThirdspaceAbstract
Masjid Agung Al-Anwar merupakan bangunan bersejarah sekaligus ikon Kota Pasuruan yang telah berdiri sejak tahun 1759 dan mengalami pembangunan kedua pada tahun 1821 oleh Adipati Nitiadiningrat I bersama Kyai Hasan Sanusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkritisi kualitas arsitektur Masjid Agung Al-Anwar melalui pendekatan multiteori, yaitu analisis tapak Edward T. White, pola ruang Christopher Alexander, citra kota Kevin Lynch, genius loci Christian Norberg-Schulz, ruang ketiga (thirdspace) Edward W. Soja, dan produksi ruang Henri Lefebvre. Pendekatan kualitatif deskriptif diaplikasikan dalam kajian ini, di mana pengumpulan data bersandar pada pengamatan langsung di lapangan, rekam dokumentasi, serta evaluasi teoretis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Al-Anwar memiliki respons tapak yang baik terhadap orientasi kiblat, angin, dan matahari; hierarki ruang sakral yang terstruktur dari halaman, serambi, zona wudhu, ruang salat, hingga mihrab; imageability yang kuat sebagai landmark kota melalui menara setinggi ±30 meter dan kubah utama; serta kualitas thirdspace yang menghidupkan fungsi sosial-kultural melampaui fungsi ibadah. Kritik yang dirumuskan meliputi penataan parkir yang belum optimal, keterbatasan fasilitas difabel, minimnya signage, pencahayaan eksterior malam hari, penataan pedagang kaki lima, dan drainase halaman. Rekomendasi desain diarahkan pada penataan zona parkir, penambahan aksesibilitas universal, pemasangan signage bilingual, peningkatan pencahayaan eksterior, zonasi PKL, revitalisasi taman halaman, serta konservasi elemen bersejarah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







