Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Desa Banua Anyar Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1613Keywords:
Hipertensi, Lansia, Terapi Relaksasi OtotAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Desa Banua Anyar. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 172,40 mmHg dan sesudah intervensi sebesar 150,30 mmHg dengan nilai p < 0,001. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum intervensi sebesar 86,20 mmHg dan sesudah intervensi sebesar 75,40 mmHg dengan nilai p < 0,001. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Terapi relaksasi otot progresif dapat dijadikan salah satu intervensi mandiri keperawatan dalam pengendalian hipertensi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







