Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik Peserta Didik dalam Perspektif Salkind: Kajian Literatur tentang Interest, Self-Efficacy, dan Goal Orientation di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.60126/jim.v4i8.1828Keywords:
Motivasi Belajar, Interest, Self-Efficacy, Goal Orientation, Prestasi Akademik, Peserta Didik, Kajian LiteraturAbstract
Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting dalam menjelaskan keterlibatan dan pencapaian akademik peserta didik, khususnya pada masa perkembangan peserta didik yang ditandai oleh perubahan psikologis, sosial, dan lingkungan belajar. Dalam kerangka konseptual psikologi pendidikan Salkind, motivasi dan pembelajaran dapat dipahami melalui berbagai aspek psikologis dan lingkungan, yang dalam kajian ini diperdalam melalui konsep interest, self-efficacy, dan goal orientation. Perkembangan teknologi digital kemudian menghadirkan konteks baru yang dapat memperkuat maupun menghambat motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi perspektif Salkind dalam menjelaskan motivasi belajar dan prestasi akademik peserta didik melalui sintesis hasil penelitian empiris pada konteks pendidikan kontemporer. Penelitian menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan sintesis tematik. Salkind digunakan sebagai landasan teori dan kerangka konseptual, sedangkan 19 artikel jurnal digunakan sebagai sumber empiris yang dianalisis berdasarkan tema interest, self-efficacy, goal orientation, perkembangan peserta didik, lingkungan sosial, pembelajaran digital, media sosial, dan digital distraction. Analisis dilakukan melalui identifikasi, ekstraksi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa interest, self-efficacy, dan goal orientation merupakan komponen motivasional yang saling berkaitan dalam membentuk keterlibatan belajar. Interest mendorong ketertarikan dan perhatian terhadap aktivitas akademik, self-efficacy memperkuat keyakinan peserta didik dalam menghadapi tugas, sedangkan goal orientation memberikan arah terhadap usaha dan perilaku belajar. Pada peserta didik, faktor keluarga, teman sebaya, lingkungan sekolah, dan transisi pendidikan turut memengaruhi proses motivasional. Lingkungan digital juga memberikan peluang melalui pembelajaran online dan media interaktif, tetapi dapat menjadi sumber distraksi melalui penggunaan media sosial dan multitasking.







