Reorientasi Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyah: Dari Transfer Pengetahuan Menuju Kesadaran Qur’ani
DOI:
https://doi.org/10.60126/dikkesh.v2i2.1609Keywords:
Pembelajaran Al-Qur’an Hadis, Kesadaran Qur’ani, Pendekatan Kontekstual, Pendidikan Islam, Madrasah IbtidaiyahAbstract
Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyah masih cenderung berorientasi pada transfer pengetahuan, seperti hafalan ayat, pemahaman tekstual, dan pencapaian nilai akademik, sehingga pembentukan kesadaran Qur’ani peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reorientasi pembelajaran Al-Qur’an Hadis dari pendekatan kognitif menuju pembentukan kesadaran Qur’ani yang lebih holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji 10 artikel ilmiah, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan pembelajaran Al-Qur’an Hadis dan pendidikan Islam. Teknik analisis dilakukan melalui identifikasi tema, perbandingan hasil penelitian, dan analisis kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang dominan masih bersifat teacher centered dan lebih menekankan aspek kognitif. Pendekatan kontekstual dan holistik dinilai mampu meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an melalui integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, keteladanan guru, lingkungan religius, pembiasaan, serta evaluasi berbasis karakter menjadi faktor penting dalam membentuk kesadaran Qur’ani peserta didik. Dengan demikian, reorientasi pembelajaran Al-Qur’an Hadis diperlukan agar pembelajaran lebih bermakna dan mampu membentuk karakter religius siswa secara optimal.






